0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

The Lounge | April 23, 2008, 07:50:51 AM
Cerita Tentang Pembuat FAceBook

Esca

  • Activist
  • Jatuh Cinta
  • ***
  • 977
    Posts
  • Reputation: +45/-6
  • www.esca-luine.blogspot.com
    • Esca
Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« on: April 23, 2008, 07:50:51 AM »


Rasanya, saat ini, sebagian besar anak muda telah akrab atau malah jadi pengguna Facebook. Maklum, dalam dua tahun terakhir, situs jejaring sosial ini sudah mampu menggaet tujuh juta pengguna di seluruh dunia. Pembuat sekaligus pemilik situs itu adalah Mark Elliot Zuckerberg, seorang mahasiswa jebolan Universitas Harvard. Usianya saat ini belum genap 24 tahun. Namun, berawal dari kamar asramanya, Zuckerberg mampu menyulap Facebook menjadi mesin uang. Saat ini, harta kekayaannya mencapai sekitar US$ 1,5 miliar.

SETELAH masuk Universitas Harvard, ketertarikan Mark Elliot Zuckerberg terhadap teknologi informasi dan komputer semakin meningkat. Dia pernah membuat beberapa proyek sebelum meluncurkan situs jejaring sosial, Facebook, awal Februari 2004. Setelah itu, dia bersama beberapa temannya memutuskan hengkang dari kampus untuk memasarkan situs itu ke berbagai universitas, seperti Stanford, Columbia, Yale, dan beberapa sekolah di Boston, Amerika Serikat (AS).
Bisnisnya semakin berkembang, saat mendapatkan suntikan dana segar sebesar US$ 500.000 atau sekitar Rp 4,6 miliar dari Peter Thiel. Alhasil, di akhir 2004, pengguna Facebook telah melampaui angka satu juta. Namun, Zuckerberg masih belum puas. Pada Mei 2005, dia menggandeng mitra baru, yaitu Accel Partners. Accel mengucurkan dana US$ 12,8 juta untuk Facebook.

Zuckerberg memakai sebagaian dana itu untuk membeli domain facebook.com, pada 23 Agustus 2005. Dia membelinya dari Aboutface Corporation senilai US$ 200.000 atau sekitar Rp 1,86 miliar. Setelah itu, dia membenahi situs Facebook agar profil halamannya lebih bersahabat.
Pada 2 September 2005, Zuckerberg membuat gebrakan baru dengan meluncurkan situs Facebook khusus untuk anak-anak sekolah menengah atas. Jejaring komunitas baru ini berkembang cepat. Hanya dalam waktu 15 hari sejak peluncurannya, sebagian besar sekolah di AS sudah menjadi anggota jejaring ini.

Sebulan kemudian, Facebook merambah universitas dan kampus-kampus kecil di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, hingga Puerto Riko. Alhasil, pada akhir tahun 2005, jejaring sosial ini telah mencakup sekitar 2.000 kampus dan 25.000 sekolah menengah atas di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, Puerto Riko, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia.

Seiring membengkaknya jumlah pengguna Facebook, Zuckerberg terus menyempurnakan fitur-fitur Facebook. Pada 27 Februari 2006, dia mulai mengizinkan para mahasiswa yang menjadi pengguna situs ini untuk menambahkan siswa-siswa SMA sebagai temannya. Popularitas Facebook pun kian menjulang.

Sebulan berselang, majalah ekonomi berpengaruh, BusinessWeek, melansir kabar bahwa Zuckerberg tengah bernegosiasi dengan calon pembeli potensial Facebook. Tapi, akhirnya, dia menolak tawaran yang disebut-sebut bernilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,97 triliun. Pasalnya, Zuckerberg menganggap harga itu terlalu murah. Saat itu, dia memperkirakan nilai Facebook US$ 2 miliar.

Pada April 2006, investor pertama situs ini, yaitu Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners, menambah investasi di Facebook dengan menyetorkan dana US$ 25 juta. Facebook pun masuk ke India melalui Institut Teknologi India dan Institut Manajemen India. Dua bulan berselang, Facebook terpaksa mengeluarkan duit US$ 100.000 untuk menyelesaikan masalah hak cipta dengan quizsender.com.

Masalah itu membuat dia dan beberapa rekannya terus berbenah. Pada Juli 2006, Facebook memperkenalkan layanan baru yang bisa memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan. Dengan menggandeng raksasa komputer, Apple Inc., mereka bekerja sama mempromosikan iTunes. Setiap pekan, iTunes bakal mengirimkan 25 contoh lagu secara gratis kepada pengguna Facebook yang menjadi anggota Apple Student Group.

Tujuan kerjasama ini untuk memperkenalkan iTunes kepada pelajar. Pengguna Facebook menyambut layanan yang muncul setiap menjelang musim gugur tersebut dengan antusias. Tak pelak, pada pertengahan 2006, situs ini sudah merambah Eropa dan Timur Tengah

nz

  • Activist
  • Ketagihan
  • ***
  • 359
    Posts
  • Reputation: +3/-1
Re: Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« Reply #1 on: April 23, 2008, 10:37:25 AM »
waw...

ternyata ada sejarahnya juga ya..

tiap orang emank bisa membuat mimpinya masing2 jadi kenyataan...hehehe...

jadi pengen....
manusia seringkali begitu terpaku pada masa lalu.. mengkomentari masa sekarang dan terus mengkhawatirkan masa depan....

flair666

  • Masih Cupu

  • 3
    Posts
  • Reputation: +0/-0
  • -SISFONER-
    • International School in Indonesia
Re: Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« Reply #2 on: June 18, 2017, 05:38:29 PM »
Saya sudah pernah baca biografinya dan menonton filmnya. Memang, jalannya para orang sukses kebanyakan itu nggak biasa. Siapa sangka, mahasiswa Harvard yang di DO bisa membangun sebuah perusahaan internet rasaksa seperti Facebook?
Bina Bangsa School have many programmed to development our students such as Billingual Program and A Level IGCSE.

ontaonti

  • Masih Cupu

  • 3
    Posts
  • Reputation: +0/-0
  • -SISFONER-
Re: Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« Reply #3 on: January 16, 2018, 09:14:56 AM »
keren banget dari orang biasa jadi seorang miliyader

gentingg

  • Masih Cupu

  • 3
    Posts
  • Reputation: +0/-0
  • -SISFONER-
Re: Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« Reply #4 on: February 06, 2018, 11:40:16 AM »
sekarang jadi orang terkaya di dunia tapi tidak sombong

masdeal

  • Masih Cupu

  • 30
    Posts
  • Reputation: +0/-0
  • -SISFONER-
    • Aplikasi PAYFAZZ
Re: Cerita Tentang Pembuat FAceBook
« Reply #5 on: November 21, 2018, 03:56:50 PM »
Emang best si Mark hahaha
Ingin deh rasanya bisa menjadi seperti dia, inventor yang bakalan dikenang tuh sepanjang masa haha
Belum ada yg bisa kalahin FB soalnya.
Jual Beli Pulsa Murah Sebagai Sampingan? Why Not?!

 

Part of :BINUS University