Author Topic: Test Untuk MenCoba pahami diri sendiri  (Read 646 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Esca

  • Activist
  • Jatuh Cinta
  • ***
  • Posts: 974
  • Reputation: +45/-6
  • www.esca-luine.blogspot.com
    • Esca
Test Untuk MenCoba pahami diri sendiri
« on: April 18, 2008, 09:24:16 AM »


Memahami diri sendiri sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Bayangkan saja, ini kan sesuatu tentang kita sendiri, berarti ‘mestinya’ kita yang lebih tahu tentang diri kita, daripada orang lain. Kita juga yang paling tahu tentang alasan kita melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Hanya saja terkadang kita mempertanyakan, “apakah benar saya itu demikian?” Kadang kita merasa kurang percaya diri dalam menilai, tapi ada kalanya juga kita jadi terlalu percaya diri dalam menilai   

Ya, terkadang kita memang membutuhkan cermin untuk bisa menilai diri kita secara obyektif. Cermin itu bisa berupa feedback dari orang lain, maupun melalui alat bantu lainnya, misalnya dengan menggunakan tes/kuesioner/survey, dll.

Tujuan utama tentunya untuk lebih memahami diri secara obyektif. Disebut obyektif karena orang yang memberikan feedback maupun hasil kuesioner tsb, akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau membandingkannya dengan populasi tertentu.

Mendengarkan feedback dari orang lain maupun mengisi kuesioner psikologi bisa memperkaya pemahaman kita tentang diri sendiri. Kalau pinjam istilahnya Johari Window, hal ini ditujukan untuk memperluas bagian yang diketahui oleh diri sendiri.

Dari blogwaking ke blog lain, secara tidak sengaja, saya melihat ada sebuah pic berisi profil kepribadiannya dengan menggunakan MBTI (Myers Briggs Type Indicator®) (http://myersbriggs.org/). Langsung deh menuju TKP (http://www.mypersonality.info/) tinggal isi form daftar gak usah pake verifikasi apa2.. dan ternyata disitu kita juga bisa mendapatkan profil kepribadian kita secara gratis  (senang banget sama yg gratis2 nih  )

Tentang MBTI,
instrumen ini merupakan sebuah alat/tes psikologi yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers, yang didasari oleh Tipe Kepribadian dari C.G.Jung.

Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang, yaitu:
bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari luar diri (extravert/E), atau dari dalam diri (introvert/I),
bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai (judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).

Note: maaf ya, agak susah menjelaskannya, tapi kalau mau bertanya/diskusi, silakan lo…   

Berdasarkan 4 dikotomi di atas, maka terdapat 16 kombinasi tipe kepribadian. Setiap orang dapat dikategorikan ke dalam salah satu tipe kepribadian tersebut. Ini sebagai salah satu cara untuk memahami diri sendiri, dan juga memahami orang lain yang berbeda dengan kita.

Dalam mengisi instrumen/tes ini, kita harus memilih satu di antara 2 alternatif pilihan yang disediakan. Hasil MBTI membantu kita memahami preferensi (pilihan) yang mencerminkan kepribadian kita. Di antara kedua hal yang sama-sama kita sukai atau sama-sama tidak kita sukai, kita tetap harus memilih. Ya, dalam kehidupan ini kita memang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membuat kita harus memilih salah satu di antaranya. 

Preferensi tidak mengandung unsur benar atau salah. Demikian pula dengan tipe kepribadian, tidak ada tipe yang paling baik di antara tipe-tipe lainnya. Semua tipe memiliki bobot yang sama, memiliki kekuatan dan tantangannya masing-masing, dan dengan mengetahuinya kita dapat mengerti dan menghargai bagaimana seseorang terlibat dalam situasi, mengerjakan tugas maupun menyelesaikan persoalan.

Sebagai tambahan *OOT*, saya hanya ingin menekankan bahwa MBTI ini bukanlah suatu alat/instrumen yang menentukan dalam proses rekrutmen dan seleksi. Kalaupun digunakan, MBTI hanya bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian seseorang, karena tidak ada tipe tertentu yang lebih baik dibandingkan tipe lainnya. Selain itu tidak ada hubungan antara tipe kepribadian dengan hasil kerja seseorang. Semuanya kembali lagi pada kemampuan dan usaha seseorang dalam bekerja, dan hal itu dapat diketahui dengan tes yang lain lagi (bukan MBTI).

MBTI memang kerap digunakan karena mudah dalam implementasi dan pemahamannya. Sampai saat ini MBTI masih terus dikembangkan, dan salah satu versi online-nya adalah yang bisa kita coba sendiri disini   

Mudah-mudahan dengan memahami diri sendiri, kita bisa mengerti hal-hal apa saja yang sesuai untuk kita lakukan, dan juga semoga kita bisa berinteraksi dengan orang lain secara lebih baik

kalau ada yang membutuhkan bantuan translasi untuk mengisi MBTI, silakan buka postingnya hyorinmaru disini (http://hyorinmaru.wordpress.com/2008/01/15/personality-test-translated/)

untuk tes Multiple Intelligence, terjemahannya ada disini (http://hyorinmaru.wordpress.com/2008/01/20/multiple-intelligences-test-translated/)